Senin, 11 November 2019


MANAJEMEN SEBAGAI ILMU



                                                    Image result for manajemen pendidikan

       
                                     










BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.
       Manajemen sebagai ilmu yang dibutuhkan oleh manusia sebagai tatanan di dalam kehidupan baik secara individu maupun kelompok. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen yang merupakan ilmu perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian manajemen?
2.      Bagaimana unsur-unsur manajemen pendidikan?
3.      Apa tujuan dan manfaat manajemen pendidikan?
4.      Bagaimana pembagian manajemen?
5.      Bagaimana komposisis keterampilan manajemen?
6.      Bagaiman ruang lingkup manajemen?
7.      Apa prinsip-prinsip manajemen pendidikan?

C.    Tujuan Makalah
1.      Untuk mengetahui pengertian manajement.
2.      Untuk memahami unsur-unsur manajemen pendidikan.
3.      Untuk mengetahui tujuan dan manfaat manajemen pendidikan.
4.      Untuk memahami pembagian manajemen.
5.      Untuk mengetahui komposisis keterampilan manajemen.
6.      Untuk memahami ruang lingkup manajemen.
7.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip manajemen pendidikan. 



BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Manajemen Pendidikan.
      Manajemen pendidikan merupakan subjek yang sangat penting dalam organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk menetapkan tujuan dan mempertimbangkan aspek positif antara masukan (input) atau keluaran (output) agar tercapai efektivitas organisasi dan produktivitas organisasi dengan memadukan semua jenis investasi yang dilakukan manajer dan pegawai dalam melaksanakan aktivitas sesuai dengan kapasitasnya dalam organisasi secara serasi dan seimbang.
      Pada perkembanganya, manajemen saat ini menjadi sebuah proses untuk membantu tercapainya efektifitas dan efisiensi dalam bekerja. Menurut pandangan, Hitt, Black, dan Porter bahwa :
1.      Management is process: it involves a series of actifities and operation, such a planning, deciding and evaluating.
2.      Management involves assembling as using sets of resources: human, financial, material and informational.
3.      Management involves acting in a goal directed manner to accomplish task.
4.      Managemen  involves activities successfully to achieve particular levels of desired results.
      Manajemen adalah proses inti (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan) sebagai langkah pemberdayaan seluruh sumber dan potensi manajemen baik manusia, metode, material, sarana dan prasarana maupun keuangan agar dapat mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian bahwa manajemen mempunyai peranan sebagai berikut:
1.      Merumusksn atau mengoordinasikan perumusan visi dan misi organisasi serta menguraikan menjadi tugas pokok dan uraian jabatan setiap individu.
2.      Menyusun struktur dengan tugas pokok, fungsi-fungsi dan sasaran masing-masing unit organisasi.
3.      Menyusun sistem dan mekenisme kerja yang jelas baik di masing-masing unit organisme maupun antara unit organisasi.
4.      Merencanakan dan mengadakan sarana dan peralatan kerja termasuk gedung, peralatan kantor dan tempat kerja, serta alat-alat kerja lainya.
5.      Merencanakan  dan mengadakan karyawan atau perkerja untuk mengisi semua jabatan yang ada, masing-masing dengan kualifikasi yang sesuai dengan persyaratan jabatan.
6.      Mengoordinasikan pelaksanaan tugas di masing-masingunit organisasi.
7.      Mengawasi pelaksanaan tugas di semua unit organisasi.
B.     Unsur-Unsur Manajemen Pendidikan.
       Setiap perusahaan memiliki unsur-unsur untuk membentuk sistem manajerial yang baik. Unsur-unsur inilah yang disebut unsur manajemen. Jika salah satu diantaranya tidak sempurna atau tidak ada, maka akan berimbas dengan berkurangnya upaya untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Unsur-unsur tersebut diantaranya sebagai berikut.
a)      Human (Manusia)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.
b)      Money (Uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
c)      Materials (Bahan)
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
d)     Machines (Mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.
e)      Methods (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan dari sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusia itu sendiri.
f)       Market (Pasar)
Memasarkan produk tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor yang menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
        Unsur- unsur manajemen menjadi hal mutlak dalam manajemen karena sebagai penentu arah perusahaan dalam melakukan kegiatan perusahaan. Selain itu, laporan keuangan juga menjadi penunjang dalam melaksanakan proses manajemen. Kini, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan mudah menggunakan software akuntansi seperti Jurnal. Dengan menggunakan laporan keuangan dari Jurnal, Anda dapat lebih mudah melakukan kegiatan manajemen prusahaan hingga memudahkan dalam menentukan keputusan manajemen.
C.    Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan.
        Tujuan dan manfaat utama manajemen pendidikan adalah untuk melaksanaan suatu pembentukan kepribadian pelajar yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan atau perbaikan untuk usia pendidikan. Secara umum ada beberapa tujuan dan manfaat manajemen pendidikan sebagai berikut.
a.       Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif,  kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna (PAKEMB).
b.      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
c.       Terpenuhinya salah satu dari 5 kompotensi tenaga kependidikan ( tertunjangnya kompetensi manajerial tenaga kependidikan sebagai manajer ).
d.      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.
e.       Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan ( tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan ).
f.       Teratasinya masalah mutu pendidikan karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya.
g.      Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel.
h.      Meningkatnya citra positif pendidikan. 
           
D.    Pembagian Manajemen.
Manajemen dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung dari mana kita melihatnya atau dari sudut mana kita meletakkan dasar pembagiannya. Secara berturut-turut, berikut ini akan dipaparkan seperti di bawah ini:
a.      Manajemen tingkat atas (Top Management). Yang termasuk golongan ini adalah Direksi, Presiden Perusahaan dll.
b.    Manajemen tingkat menengah (Midle Management). Yang termasuk dalam golongan ini adalah Kepala-kepala Bagian, Kepala Devisi, Kepala Seksi dll.
c.   Manajemen tingkat bawah (Lower Management). Yang termasuk  kategori  ini   yaitu  Kepala  Mandor,  Mandor-mandor
Dari batasan di atas, jelas sudah bahwa di dalam suatu organisasi itu senantiasa terdapat beberapa manajer (top manager, middle manager, lower manager).
Masing-masing manajer itu secara universal mempunyai tugas yang sama, yaitu mendayagunakan semua sumber daya dalam rangka pencapaian suatu tujuan, namun walaupun demikian corak kegiatannya berbeda satu sama lain, tergantung pada levelnya atau tingkat-tingkatannya.

E.     Komposisi Keterampilan Manajemen
Menurut Robert L. Katz, seorang manajer harus memiliki minimal tiga keterampilan dasar. Keterampilan dasar inilah yang akan berkembang menjadi keahlian seorang manajer. Apa saja ketiga keterampilan dasar manajer tersebut? ini dia.
a.               Keterampilan konseptual (conceptional skill), yaitu keterampilan seorang manajer dalam konsep pemikiran, ide, gagasan yang sangat berguna bagi penyusunan rencana dan pemecahan masalah nanti.
b.             Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill), yaitu kemampuan seorang manajer untuk berinteraksi dengan orang lain. Karena dengan komunikasi dan interaksi yang baik dengan orang lain maka akan membawa dampak baik juga bagi manajer tersebut. 
c.              Keterampilan teknis (technical skill), Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
v  Keterampilan manajemen waktu, merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
v  Keterampilan membuat keputusan, merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

F.     Ruang Lingkup Manajemen.
1.      Berdasarkan wilayah kerja.
Berdasarkan lingkup wilayah kerjanya manajemen pendidikan dibagi menjadi 5 yaitu:
a.          Manajemen pendidikan seluruh Negara.
Manajemen untuk tingkat nasional ini ditangani bukan hanya dengan pelaksanaan pelatihan pendidikan di dalam sekolah saja, tetapi juga pendidikan luar sekolah, penyelenggaraan pelatihan, pengayaan penelitian, ataupun pendidikan yang meliputi kebudayaan dan kesenian secara nasional.
b.            Manajemen pendidikan dalam satu provensi.
Manajemen ini memiliki ruang lingkup yang meliputi wilayah kerja satu sebatas provinsi saja, yang dimana pelaksanaanya dibantu oleh petugas manajemen pendidikan yang berada di kabupaten dan dikecamatan.
c.  Manajemen pendidikan dalam satu kabupaten atau kota.
Manajemen ini memiliki ruang lingkup yang hanya meliputi wilayah kerja satu kabupaten maupun satu kota saja.
d.    Manajemen pendidikan satu unit kerja.
Manajemen hanya di titik beratkan pada satu unit kerja yang langsung dalam menangani pekerjaan pendidik.
e.         Manajemen kelas.
Manajemen kelas sebagai suatu kesatuan kegiatan yang terkecil dalam manajemen pendidikan yang menjadi inti dari semua jenis manajemen pendidikan.
2.      Berdasarkan objek garapan.
a.  Manajemen siswa.
b.  Manajemen personil sekolah
c.  Manajemen Kurikulum
d.  Manajemen Prasarana
e.  Manajemen Ketata usahaan sekolah
f.  Manajemen Anggaran
g.  Manajemen Lembaga atau organisasi pendidikan
h.  Manajemen Hubungan masyarakat atau manajemen komunikasi pendidika  
3.      Berdasarkan fungsi atau urutan kegiatan.
a.  Merencanakan
b. Mengorganisasikan
c. Mengarahkan
d. Mengkoordinasikan
e. Mengkomunikasikan
f. Mengawasi maupun mengevaluasi.

G.    Perinsip-Perinsip Manajemen Pendidikan
Untuk menjamin  keberhasilan sebuah usaha maka manajemen harus dilaksanakan berdasarkan perinnsip-prinsip manajemen. Dari sekian banyak prinsip manajemen yang dapat diajarkan dan dipelajari oleh calon manajer, yaitu sebagai berikut:
a.            Prinsip pembagian kerja.
Bila suatu usaha berkembang, maka bertambalah pula bidang-bidang pekerjaan yang harus ditangani. Maka pembagian kerja diantara semua orang yang bekerja sama dalam suatu usaha tersebut menjadi sangat penting. Dalam pembagian kerja perlu diperhatikan penempatan orang-orang yang sesuai dengan keahlian, pengalaman, kondisi fisik, dan mentalnya. Tujuan pembagian kerja adalah agar dengan usaha yang sama dapat diperoleh hasil kerja yang terbaik. Pembagian kerja dapat membantu pemusatan tujuan, di samping juga merupakan alat terbaik untuk memanfaatkan individu-individu dan kelompok orang sesuai dengan bidang keahlianya masing-masing.
b.           Prinsip Wewenang dan tanggung jawab.
Setiap orang telah diserahi tugas dalam suatu bidang pekerjaan tertentu dengan sendirinya memiliki wewenang untuk membantu memperlancar tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Antara wewenang dan tanggung jawab harus seimbang, sehingga setiap orang dapat memberikan tanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diberikan kepadanya.
Wewenang merupan hak memberikan perintah dan kekuasaan meminta kepatuhan dari yang di perintah. Wewenang ada dua macam, pertama wewenang pribadi yang bersumber kepada kepandaian, pengalaman, nilai norma, dan kesanggupan memimpin, kedua wewenang resmi yang diterima dari instansi yang lebih tinggi. Wewenang resmi diperoleh dari atasan tidank akan mendukung tugas-tugas seseorang jika diimbangi dengan wewenang pribadi.
Tanggung jawab adalah tugas dan fungsi-fungsi atau kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang petugas. 
c.             Prinsip Tertib dan disiplin
Sebuah usaha yang dilakukan dengan tertib dan disiplin akan meningkatkan kualitas kerja, peningkatan kualitas kerja akan pula menaikan mutu hasil kerja sebuah usaha. Hakekat kepatuhan yaitu disiplin, yakni melakukan apa yang sudah disetujui bersama antara pemimpin dan para pekerja, baik pesetujuan yang tertulis, lisan maupun yang berupa peraturan-peraturan atau kebiasaan-kebiasaan.
d.            Prinsip Kesatuan komando
Untuk setiap tindakan petugas harus menerima perintah dari seorang atasan saja, jika tidak wewenang harus dikurangi, disiplin terancam, ketertiban terganggu,dan stabilitas akan mengalami ujian. Jika perintah datang dari hanya satu sumber, maka setiap orang juga akan tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang telah diberikan kepadanya.
e.           Prinsip Semangat kesatuan
Makna peribahasa jawa ‘rukun agawe santosa’ atau persatuan adalah kekuatan yang telah kita pahami sejak lama. Hal ini dipahami oleh setiap kelompok yang hendak melakukan usaha bersama. Dengan perkataan lain, dalam sebuah usaha bersama, setiap orang harus memiliki jiwa kesatuan.
f.            Prinsip Keadilan dan kejujuran          
Semangat kesatuan hanya dapat dibina jika prinsip keadilan dan kejujuran diterapkan dengan baik sehingga setiap orang dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan setia. Keadilan dituntut dalam penempetan tenaga kerja yang harus benar-benar dipertimbangkan berdasarkan pendidikan, pengalaman, dan keahlian seseorang. Sedangkan kejujuran dituntut agar masing-masing orang bekerja prtama-tama untuk kepentingan bersama dari usaha yang dilakukan, dan bukan mendahulukan kepentingan pribadi.










BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

          Manajemen pendidikan merupakan subjek yang sangat penting dalam organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk menetapkan tujuan dan mempertimbangkan aspek positif antara masukan (input) atau keluaran (output) agar tercapai efektivitas organisasi dan produktivitas organisasi dengan memadukan semua jenis investasi yang dilakukan manajer dan pegawai dalam melaksanakan aktivitas sesuai dengan kapasitasnya dalam organisasi secara serasi dan seimbang.

  B. Saran
 1. Para pendidik sebaiknya menyiapkan manajemn dimasa depan agar dapat bersaing dengan tantangan pendidikan dimasa depan.
2. Pelaksanaan manajemen sebaiknya praktik dan efisien.




DAFTAR PUSTAKA

  Dani, Zulkarnain. 2017. Manajemen Mutu Madrasah,Yogyakarta: Pustaka Belajar.

  Fahmi, Irham. 2014. Manajemen (Teori, kasus, dan solusi), Bandung: Alfabeta, cv.

  Fattah, Nanang. 2000. Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

  Usman, Husaini. 2011. Manajemen: Teori,Praktek dan Riset Pendidikan, Yogyakarta: Bumi Aksara.

          



PENGERTIAN,FUNGSI,TUJUAN  & MANFAAT MANAJEMEN PENDIDIKAN




manajemen-pendidikan












BAB I


PENDAHULUAN



          A.    Latar belakang
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan.. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Suatu pendidikan dipandang bermutu diukur dari kedudukannya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional-adalah pendidikan yang berhasil membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral dan berkepribadian. Untuk itu perlu dirancang suatu sistem pendidikan yang mampu menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan, merangsang dan menantang peserta didik untuk mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Mengenai masalah pedidikan,perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan uu pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten
Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan di indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan wajib belajar sembilan tahun sejatinya masih menjadi pr besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global..

              B.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan manajemen pendidikan?
2.      Apa saja tujuan,fungsi dan manfaat pendidikan?
3.      Apa yang menjadi prinsip manajemen pendidikan?
4.      Apa saja faktor yang mempengaruhi manajemen pendidikan?

              C.     Tujuan
1.      Mengetahui dan memahami menejemen pendidikan
2.      Mengetahui dan memahami tujuan,fungsi,dan manfaat menejemen pendidikan
3.      Mengetahui prinsip dalam menejeMengetmen pendidikan
4.      Mengetahui ruang lingkup menejemen pendidikan
5.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi menejemen pendidikan










BAB II


PEMBAHASAN
            A.    Pengertian
Manajemen Pendidikan merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relatif masih muda sehingga tidaklah aneh apabila banyak yang belum mengenal. Istilah lama yang sering digunakan adalah administrasi. Untuk memperjelas pengertian manajemen, tampaknya perlu ada penjelasan lain yang lebih bervariasi mengenai makna manajemen. Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari administratie yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan tulis-menulis. Pengertian lain dari manajemen berasal dari bahasa Inggris administration sebagai the management of executive affairs. Dengan batasan pengertian seperti ini maka manajemen disinonimkan dengan management suatu pengertian dalam lingkup yang lebih luas (Encyclopedia Americana, 1978, p. 171).
Dalam pengertian Manajemen Pendidikan ini, manajemen bukan hanya pengaturan yang terkait dengan pekerjaan tulis-menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas Selain itu, Manajemen berasal dari kata to manage  yang berarti mengelola. Pengelolaan dilakukan melalui proses dan dikelola berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu sendiri. Manajemen adalah melakukan pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah atau organisasi yang diantaranya adalah manusia, uang, metode,  material, mesin dan pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam suatu proses.
Manajemen pendidikan adalah suatu proses dari perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan supaya dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan sebelumnya.Atau definisi manajemen pendidikan yang lainnya yaitu merupakan suatu bentuk kerjasama antar pihak-pihak pendidikan demi pencapai target pendidikan yang telah di tetapkan sebelumnya. Yang menjadi tujuan umum dalam manajemen pendidikan adalah melaksanakan pembentukan kepribadian pelajar yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan maupun perbaikan untuk usia pendidikan.
           
             B.     Tujuan, manfaat dan fungsi menejemen pendidikan
*      Tujuan dan manfaat manajemen pendidikan antara lain:
1.      Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna (Pakemb)
2.      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
3.      Terpenuhinya salah satu dari 5 kompetensi tenaga kependidikan (tertunjangnya kompetensi manajerial tenaga kependidikan sebagai manajer)
4.      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien
5.      Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan)
6.      Teratasinya masalah mutu pendidikan, karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya
7.      Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel
8.      Meningkatkan citra positif pendidikan.
*      Fungsi manajemen pendidikan
Fungsi manajemen yang sesuai dengan profil kinerja pendidikan secara umum adalah melaksanakan fungsi planning, organizing, staffing, coordinating, leading (facilitating, motivating, innovating), reporting, controlling. Pada dunia pendidikan, istilah directing lebih tepat memakai istilah leading dengan perluasan facilitating, motivating, innovating. Selanjutnya fungsi pengawasan dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan manajerial. Pada level sekolah, pengawas lebih berperan sebagai ”quality assurance” dengan tugas supervise debagai upaya pembinaan terhadap staf untuk memeprbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan
1.       Planning termasuk Budgeting
Planning sendiri berarti merencanakan atau perencanaan, perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan terdiri dari 5, yaitu :
1)      Menetapkan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan dan bagaimana melakukannya.
2)      Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan-pelaksanaan kerja untuk mencapai efektivitas maksimum melalui proses penentuan target.
3)      Mengumpulkan dan menganalisa informasi
4)      Mengembangkan alternatif-alternatif
5)      Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan.
2.      Organizing
Dengan ini dimaksudkan pengelompokan kegiatan yang diperlukan yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi. Dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengorganisasian terdiri dari :
1)      Menyediakan fasilitas-fasilitas perlengkapan, dan tenaga kerja yang diperlukan  untuk penyusunan rangka kerja yang efisien.
2)      Mengelompokkan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur.
3)       Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.
4)       Merumuskan dan menentukan metode serta prosedur.
5)      Memilih, mengadakan latihan dan pendidikan tenaga kerja dan mencari sumber-sumber lain yang diperlukan.
3.      Staffing atau Assembling Resources
staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi dan pengembangannya sampai dengan usaha agar petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
4.      Directing atau Commanding
Merupakan fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi-instruksi kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan tersebut, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju kepada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Directing atau commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan hanya agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur organisasi agar dapat efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang telah ditetapkan.
5.      Leading
Istilah leading yang merupakan salah satu fungsi manajemen, dikemukakan oleh Louis A. Allen yang dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang-orang lain bertindak. Pekerjaan leading, meliputi 5 macam kegiatan, yaitu :
1)      Mengambil keputusan
2)       Mengadakan komunikasi agar ada bahasa yang sama antara manajer dan bawahan
3)      Memberi semangat inspirasi dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak
4)       Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya
5)      Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka trampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
6.      Coordinating
Salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubung-hubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan pekerjaan-pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai maksud, antara lain :
1)       Dengan memberi instruksi
2)         Dengan memberi perintah
3)        Mengadakan pertemuan-pertemuan dalam mana diberi penjelasan-penjelasan
4)       Memberi bimbingan atau nasihat
5)       Mengadakan coaching
6)       Bila perlu memberi teguran.
7.      Motivating

Motivating atau pendorongan kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang dikehendaki oleh atasan tersebut.
8.      Controlling
Controlling atau pengawasan, sering disebut pengendalian, adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian dan sekaligus bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang sedang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan.
9.       Reporting
Reporting atau pelaporan adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi baik secara lisan maupun secara tulisan.
Sedangkan fungsi pokok manajemen pendidikan dibagi 4 macam:
1)      Perencanaan
Perencanaan program pendidikan sedikitnya memiliki dua fungsi utama, yaitu :
*      Perencanaan merupakan upaya sistematis yang menggambarkan penyusunan rangkaian tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia atau sumber-sumber yang dapat disediakan.
*      Perencanaan merupakan kegiatan untuk mengerahkan atau menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efisien, dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2)       Pelaksanaan
Pelaksana merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien, dan akan memiliki nilai jika dilaksanakan dengan efektif dan efisien.

3)      Pengawasan
Pengawasan dapat diartikan sebagai upaya untuk mengamati secara sistematis dan berkesinambungan; merekam; memberi penjelasan, petunjuk, pembinaan dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat; serta memperbaiki kesalahan, dan merupakan kunci keberhasilan dalam keseluruhan proses manajemen.
4)       Pembinaan
Pembinaan merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesional semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya sehingga rencana untuk mencapai tujuan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
                  
                  C.     Prinsip menejmen pendidikan
Douglas (1963:13-17) merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut :
1.      Memprioritaskan tujuan diatas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
2.      Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab
3.      Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya
4.      Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia
5.      Relativitas nilai-nilai
Prinsip-prinsip diatas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai. Tujuan dirumuskan dengan tepat sesuai dengan arah organisasi, tuntutan zaman, dan nilai-nilai yang berlaku. Tujuan suatu organisasi dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi dan sasaran-sasaran. Ketiga bentuk tujuan itu harus dirumuskan dalam satu kekuatan tim yang memiliki komitmen terhadap kemajuan dan masa depan organisasi.
Drucker (1954) melalui MBO (management by objective) memberikan gagasan prinsip manajemen berdasarkan sasaran sebagai suatu pendekatan dalam perencanaan. Penerapan pada manajemen pendidikan adalah bahwa kepala dinas memimpin tim yang beranggotakan unsur pejabat dan fungsional dinas, dan lebih baik terapat stakeholders untuk merumuskan visi, misi dan objektif dinas pendidikan.Pada tingkat sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, siswa, orang tua siswa, masyarakat dan stakeholders duduk bersama membahas rencana strategis sekolah dengan mengembangkan tujuh langkah MBO yaitu:
1.      Menentukan hasil akhir apa yang ingin dicapai sekolah
2.      Menganalisis apakah hasil akhir itu berkaitan dengan tujuan sekolah
3.      Berunding menetapkan sasaran-sasaran yang dibutuhkan
4.      Menetapkan kegiatan apa yang tepat untuk mencapai sasaran
5.      Menyusun tugas-tugas untuk mempermudah mencapai sasaran
6.      Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis pengarahan yang akan dipergunakan oleh atasan
7.      Lakukan monitoring dan buat laporan.
            D.    Faktor-faktor yang memengaruhi
Manajemen pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang intinya adalah mempelajari tentang perilaku manusia dalam kegiatannya sebagai subjek dan objek. Secara filosofis, perilaku manusia terbentuk oleh interaksi antarmanusia, iklim organisasi (konteks organisasi) dan sistem yang dianut. Ketiga interaksi tersebut, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama saling berinteraksi dengan lingkungan eksternalnya. Dengan demikian dapat disimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manajemen pendidikan adalah:
1.       interaksi antarmanusia
2.      iklim organisasi
3.      sistem pendidikan yang dianut (sisdiknas)








BAB III


PENUTUP
            A.    Simpulan
Manajemen Pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan yang dilakukan dengan usaha bersama secara efektif dan efisien., untuk mendayagunakan semua sumber dan potensi yang ada demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Tujuan dan manfaat manajemen pendidikan antara lain:
1.      Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna (Pakemb)
2.      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
3.      Terpenuhinya salah satu dari 5 kompetensi tenaga kependidikan (tertunjangnya kompetensi manajerial tenaga kependidikan sebagai manajer)
4.      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien
5.      Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan)
6.      Teratasinya masalah mutu pendidikan, karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya
7.      Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel
8.      Meningkatkan citra positif pendidikan






DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Malayu S.P. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bina Rupa Aksara; Jakarta.
Siswanto, 2011 Pengantar Pendidikan.Bumi Aksara; Jakarta
Brantas, 2009. Dasar-Dasar Manajemen.Alfabeta; Jakarta.

MANAJEMEN SEBAGAI ILMU                                                                                                    ...